Senin, 04 April 2011
Jumat, 01 April 2011
Miskin Tapi Kaya..!!
Imam As-Syafii rahimahullah berkata :
إِذَا مَا كُنْتَ ذَا قَلْبٍ قَنُوْعٍ ..... فَأَنْتَ وَمَالِكُ الدُّنْيَا سَوَاءُ
Jika engkau memiliki hati yang selalu qona'ah …
maka sesungguhnya engkau sama seperti raja dunia
Sekitar tujuh tahun yang lalu saya berkunjung di kamar seorang teman saya di Universitas Madinah yang berasal dari negara Libia, dan kamar tersebut dihuni oleh tiga mahasiswa yang saling dibatasi dengan sitar (kain) sehingga membagi kamar tersebut menjadi tiga petak ruangan kecil berukuran sekitar dua kali tiga meter. Ternyata… ia sekamar dengan seorang mahasiswa yang berasal dari negeri China yang bernama Ahmad. Beberapa kali aku dapati ternyata Ahmad sering dikunjungi teman-temannya para mahasiswa yang lain yang juga berasal dari China. Rupanya mereka sering makan bersama di kamar Ahmad, sementara Ahmad tetap setia memasakkan makanan buat mereka. Akupun tertarik melihat sikap Ahmad yang penuh rendah diri melayani teman-temannya dengan wajah yang penuh senyum semerbak. Ahmad adalah seorang mahasiswa yang telah berkeluarga dan telah dianugerahi seorang anak. Akan tetapi jauhnya ia dari istri dan anaknya tidaklah menjadikan ia selalu dipenuhi kesedihan…, hal ini berbeda dengan kondisi sebagian mahasiswa yang selalu bersedih hati karena memikirkan anak dan istrinya yang jauh ia tinggalkan.
إِذَا مَا كُنْتَ ذَا قَلْبٍ قَنُوْعٍ ..... فَأَنْتَ وَمَالِكُ الدُّنْيَا سَوَاءُ
Jika engkau memiliki hati yang selalu qona'ah …
maka sesungguhnya engkau sama seperti raja dunia
Sekitar tujuh tahun yang lalu saya berkunjung di kamar seorang teman saya di Universitas Madinah yang berasal dari negara Libia, dan kamar tersebut dihuni oleh tiga mahasiswa yang saling dibatasi dengan sitar (kain) sehingga membagi kamar tersebut menjadi tiga petak ruangan kecil berukuran sekitar dua kali tiga meter. Ternyata… ia sekamar dengan seorang mahasiswa yang berasal dari negeri China yang bernama Ahmad. Beberapa kali aku dapati ternyata Ahmad sering dikunjungi teman-temannya para mahasiswa yang lain yang juga berasal dari China. Rupanya mereka sering makan bersama di kamar Ahmad, sementara Ahmad tetap setia memasakkan makanan buat mereka. Akupun tertarik melihat sikap Ahmad yang penuh rendah diri melayani teman-temannya dengan wajah yang penuh senyum semerbak. Ahmad adalah seorang mahasiswa yang telah berkeluarga dan telah dianugerahi seorang anak. Akan tetapi jauhnya ia dari istri dan anaknya tidaklah menjadikan ia selalu dipenuhi kesedihan…, hal ini berbeda dengan kondisi sebagian mahasiswa yang selalu bersedih hati karena memikirkan anak dan istrinya yang jauh ia tinggalkan.
Kamis, 31 Maret 2011
Hingga aku menutup mata, aku masih tetap dijalan ini
Jika saja jalan ini indah, pasti tak sedikit kan mengiringi..
Jika saja jalan ini mudah, lihatlah betapa banyak yang bertahan..
Jika saja jalan ini singkat, akan banyak yang setia menyertai..
Jika saja jalan ini menjanjikan nikmat dunia, maka akan banyak yang tergiur manisnya..
Namun jalan ini tak semulus itu..
Begitu banyak onak dan duri..
Penuh kerikil tajam menanti di hadapan..
Begitu sulit dan berkelok-kelok..
Bagitu panjang dan jauh membentang..
Perahu Kehidupan
Ku selalu menyatakan bahwa hidup ibarat mengendarai sebuah perahu kecil..
Dalam perjalanan ini, kita tak pernah tahu, kemana angin akan membawa kita..
Ada kalanya dalam hidup ini, kita membuat berbagai perencanaan, mimpi dan harapan..
Begitu indah, begitu manis, begitu sempurna..
Berbagai harapan telah kita gantung dengan indah di langir-langit asa..
Aku dan Bapak.., Tak Ada..
Hampir setengah jam ku tercenung di depan layar kecil ini..
Yang nampak hanya kursor hitam yang sedari tadi berkedip di sudut kiri atas kotak putih ini..
Otakku blank, tak ada yang mampu ku tulis, pun hanya sebuah kalimat..
Entah kenapa akhir-akhir ini kepala ku dipenuhi sosok itu, bapak..
Sekian tahun ku hidup dan besar di tangan seorang ibu..
Limpahan kasih sayang darinya dan kakak-kakakku membuatku lupa bahwa aku tak punya bapak..
Ukhti.., Kamipun Pernah Merasakannya
Tertegun aku malam ini, seorang saudariku mengeluhkan semua kegundahan hatinya..
Dia lelah dan mulai jenuh dengan aktifitas dakwah dan tarbiyah..
Entah kenapa hatinya begitu sulit dia gerakkan ke majelis-majelis ilmu lagi..
Ku terdiam dan mendengar semua ceritanya..
Setelah dia selesai, akupun tersenyum dan berkata..
Ukhti, bukan hanya kau yang merasakannya, aku juga demikian..
Bahkan akhwat-akhwat yang lain yang mungkin keilmuannya jauh di atas kitapun juga merasakannya.
Berhentilah Ketika Kau Harus Berhenti
Putaran kehidupan ini amatlah melelahkan
Bergerak tak henti bagai roda yang terus berputar
Manusia seakan berkejaran dengan semunya kenikmatan duniawi
Dan siapa yang lambat akan tertinggal jauh di belakang
Dan kita adalah salah satu pelakonnya..
Terkadang, mata kita nanar menatap karena tersapaut debu dunia
Ada kalanya jiwa kita letih mengikuti arus yang seakan memaksa kita ikut berlari
Langganan:
Postingan (Atom)






