Tampilkan postingan dengan label Kisah Nyata. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kisah Nyata. Tampilkan semua postingan

Rabu, 28 Agustus 2013

Sepenggal Kisah tentang "Sang Murabbi"

(Coretan sederhana pembangun jiwa)


Namanya mungkin tidak Populer ditelinga kita...!! (Buat apa dikenal oleh penduduk Bumi, Padahal penduduk langit tidak mengenal kita..?)

Dia juga Bukan S.PdI, Lc, apatah lagi M.A (Gelar yang biasanya disandang oleh para da'i pada umumnya)


Menurut sebuah sumber terpercaya, beliau dititipkan Hidayah Oleh Allah justru pada saat usia beliau telah dewasa, bahkan sejarah kelam dan pahit pernah dilaluinya.


Bagi sebahagian orang yang lebih awal mengenalnya sebelum hidayah itu datang padanya, sepertinya sulit mempercayai kalau kini beliau telah menjadi seorang ustadz yang dakwahnya sangat berpengaruh. (saking kelamnya masa lalunya, Subhanallah)

Di tengah fenomena dan fakta-fakta tentang “Sebagian” para juru dakwah yang saat ini semakin memprihatinkan, mulai dari Kasus “bayaran mahal”, minta “fasiitas mewah”, dan penampilannya di tengah ummat juga yang very... very elegan.. (Hahaha, ceramah pakai gadget, marah kalau lupa disebut title, agar lebih dapat kesan elegannya ke lokasi ceramah pakai kendaraan mewah.., kalau sudah begini, yang punya hajat/yang ngundang bingung ngasi amplop berapa duit buat sang da’I, karena harus imbang dengan “Sewa Bensin”-nya dan Paket internet Gadgetnya—Meskipun semua fasilitas itu gak haram hukumnya digunakan sebagai pendukung tugas sang da’i),

Jumat, 29 Juli 2011

Do'a Untuk RABB ku.

Akhawatiy al mahbubah, berikut ini adalah kisah yang telah diceritakan seorang wanita muslimah…kisah nyata yang sangat menyentuh hatiku kala menyimaknya, maka kuingin kalian pun membacanya..
*****************
Pagi ini kubangun dengan cepat sebagaimana kebiasaanku..walaupun ini hari libur, begitupula anakku Reem, terbiasa dengan bangun lebih pagi.

Lalu Saya duduk di ruang  kerjaku dan mulai menyibukkan diri dengan buku-buku dan lembaran-lembaran kertasku..

Minggu, 12 Juni 2011

Karena tak mampu berobat dan menyewa Ambulance, Mayat sang anak digendong oleh ayahnya

Penumpang kereta rel listrik (krl) jurusan Jakarta – Bogor pun geger minggu (5/6). Sebab, mereka tahu bahwa seorang pemulung bernama Supriono (38 thn) tengah menggendong mayat anak, khaerunisa (3 thn).
Supriono akan memakamkan si kecil di kampung Kramat, Bogor dengan menggunakan jasa krl. Tapi di stasiun tebet, supriono dipaksa turun dari kereta, lantas dibawa ke kantor polisi karena dicurigai si anak adalah korban kejahatan. Tapi di kantor polisi, Supriono mengatakan si anak tewas karena penyakit muntaber. Polisi belum langsung percaya dan memaksa supriono membawa jenazah itu ke RSCM untuk diautopsi.

Kamis, 31 Maret 2011

Aku dan Bapak.., Tak Ada..

Hampir setengah jam ku tercenung di depan layar kecil ini..
Yang nampak hanya kursor hitam yang sedari tadi berkedip di sudut kiri atas kotak putih ini..
Otakku blank, tak ada yang mampu ku tulis, pun hanya sebuah kalimat..
Entah kenapa akhir-akhir ini kepala ku dipenuhi sosok itu, bapak..
Sekian tahun ku hidup dan besar di tangan seorang ibu..
Limpahan kasih sayang darinya dan kakak-kakakku membuatku lupa bahwa aku tak punya bapak..

Aku Datang Maisyah

Aku telah dilanda keinginan mengebu untuk menikah. Bahkan sudah kujalani semua cara agar cepat bisa melaksanakan sunah Rasul yang satu ini. Malah aku selalu mengimpikannya di tiap malam menjelang tidur.


Gadis yang kuidamkan sejak kecil, bahkan menjadi teman main bersama, ternyata dinikahi orang lain. Padahal dia sudah ngaji. Sedih juga rasanya. Ada juga yang aku dapatkan dari orang yang aku kenal baik, dan sudah kujalani “prosedurnya”. Tapi ternyata kandas karena aku dinilai masih terlalu muda untuk menikah.

Seindah Cinta Ketika Berlabuh..

Awalnya, aku bertemu dengannya di sebuah acara yang diselenggarakan di rumahku sendiri. Gadis itu sangat berbeda dengan cewek-cewek lain yang sibuk berbicara dengan laki-laki dan berpasang-pasangan. Sedangkan dia dengan pakaian muslimah rapi yang dikenakannya membantu mamaku menyiapkan hidangan dan segala kebutuhan dalam acara tersebut. Sesekali gadis itu bermain di taman bersama anak-anak kecil yang lucu, kulihat betapa lembutnya dia dengan senyuman manis kepada anak-anak. Dari sikapnya itu aku tertarik untuk mengenalnya. Akhirnya dengan pede-nya keberanikan diri untuk mendekatinya dan hendak berkenalan dengannya. Namun, kenyataannya dia menolak bersalaman dengannku, dan cuma mengatakan, “Maaf...” dan berlalu begitu saja meninggalkanku.

Selasa, 28 Desember 2010

Air Mata Perpisahan

DARI MARIANI DI POHUWATO-GORONTALO
Assalamu ‘alaikum Wr. Wb.
Pendengar Nurani yang baik
Namaku Mariani.., orang-orang biasa memangilku Aryani, ini adalah kisah perjalanan hidupku yang hingga hari ini masih belum lekang dalam benakku, sebuah kisah yang nyaris membuatku menyesal seumur hidup bila aku sendiri saat itu tidak berani mengambil sikap. Yah, sebuah perjalanan kisah yang sungguh aku sendiri takjub dibuatnya, sebab aku sendiri menyangka bahwa didunia ini mungkin tak ada lagi orang seperti dia…
Pendengar Nurani yang baik